Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryMar 25, '07 8:44 AM
for everyone

Mungkin di keluarga saya hal ini mengandung unsur keturunan. Dulu setiap kali ibu saya hamil, pasti muntah-muntah hebat. Hal yang sama kemudian terjadi pada kakak saya, hingga akhirnya dia masuk rumah sakit.

Ketika saya hamil, pun saya mengalami hal yang sama. Yang paling parah adalah saat kehamilan ketiga. Tidak ada sedikitpun makanan yang bisa masuk, pun air putih. Badan rasanya sakit, tulang-tulang linu. Saya menjadi sensitif dengan suara yang agak keras (suara dering telepon, televisi, dsb), sinar (dari lampu maupun dari jendela). Jadi saya terbaring diam di kamar yang gelap. Itu pun saya harus dalam posisi "mlungker" karena kalau berubah posisi maka saya akan muntah-muntah hebat. Muntah-muntah pun sangat menyiksa karena perut kosong, jadi seolah-olah seluruh isi perut tertarik keluar (bahkan saya merasa lambung saya bakalan ikut termuntahkan).

Satu-satunya makanan yang masuk adalah : tahu rebus diberi garam, plus beberapa sendok air minum sehari. Habis menyeruput satu sendok air, saya harus segera tidur "melungker" lagi dan tidak mau diajak bicara, karena saya harus konsentrasi agar air sesendok yang saya minum tadi tidak termuntahkan. Kemudian untuk menahan rasa muntah yang hebat, salah satu relaxasi yang saya lakukan adalah membayangkan berada di pantai yang sepi dan tenang, tiduran di atas pasir, di bawah pohon kelapa yang rindang. Kadang hal itu berhasil membuat saya tenang, mengatasi rasa mual yang hebat. Kadang tidak.

Hyperemesis Gravidarum adalah muntah-muntah parah yang terjadi pada ibu hamil. Kondisi itu diperparah dengan tidak bisa makan dan minum, badan sakit, perut seperti diaduk setiap saat. Asam lambung seolah naik hingga ke mulut. Silahkan baca pengalaman mereka yang mengalami Hyperemesis Gravidarum.

Saat ini adik saya yang bungsu sedang terbaring di rumah sakit (untuk yang kedua kalinya dalam sebulan) karena hyperemesis. Setiapkali saya menelepon, saya akan berbicara panjang lebar tanpa berharap dia akan menjawab karena dia tidak bisa bicara. Dia terlalu lemah untuk bicara, selain itu setiap kali mengeluarkan suara maka seluruh isi perut akan ikut keluar. Padahal perutnya kosong. Ini adalah kehamilan anak ketiga. Dulu waktu hamil anak kedua, dia juga masuk rumah sakit. Padahal dia dan suaminya adalah dokter. Mereka masing-masing mengepalai Puskesmas yang cukup besar dengan sekitar 30 orang tenaga paramedis. Namun menghadapi hyperemesis, dia (dan suaminya) benar-benar terkapar!

Ketika adik saya bertanya dengan suara lemahnya ,"Dulu kamu sampai berapa lama mengalami seperti ini?". Saya jawab ,"Oh, enggak lama kok. Cuman sebulan. Setelah itu alhamdulillah mulai membaik." Bohong! Kata saya dalam hati. Saya berbohong karena menurut pengalaman saya, ketika saya sedang hyperemesis dan seorang teman memberitahu bahwa kondisi itu bisa terjadi selama kehamilan, kondisi psikis saya langsung anjlog! Karena saat dalam kondisi hyperemesis, saya merasa seperti sedang berada di dalam terowongan yang gelap. Gelap sekali! Satu-satunya hal yang paling saya tunggu adalah munculnya cahaya samar di depan sana sebagai tanda terowongan akan segera berakhir.

Semoga Allah memudahkan kehamilanmu, adikku. Terima kasih untuk Nunik, adikku, yang setia mengunjungi dan menemani Ambar di rumah sakit setiap akhir pekan. Juga Mbak Pipik, bapak dan ibu.

Baca juga situs resmi Hyperemesis Gravidarum - HELP Her.

 


25 CommentsChronological   Reverse   Threaded
bundakirana wrote on Mar 25, '07
aduuuh..mataku berkaca2 bacanya...
saya kok dicoba Allah dgn yg 'sedikit' aja kok sampai kacau balau begitu ya.. gimana kalau diuji dgn hyperemesis ini...hiks..
Ikut mendoakan supaya Mbak Ambar segera melewati masa berat ini.
mamieksyamil wrote on Mar 25, '07
Makanya saya jadi trauma seandaimya hamil lagi. Amat sangat trauma!
Tapi ada bagian lucunya. Saat sakit itulah untuk pertama kalinya saya search di internet, mencari resep masakan yang bahannya hanya 2 : sayur + garam. Eh, nemu juga tuh:). Oldstyle turnip green:). Saya jadi sadar bahwa untuk posting resep tidak perlu yang sophisticated, bahkan yang berbumbu garam pun bermanfaat:).

duniaintan wrote on Mar 25, '07
saya baru tahu soal muntah2 bisa sepanjang masa kehamilan. soalnya banyak yg terdekat dgn saya muntah2nya normal, ada sih sampe 3 bulan. setlah itu gak lagi. ternyata ada juga sampe selama masa kehamilan. pantesan surga itu dibawah kaki ibu ya?
annidalucu wrote on Mar 25, '07
subhanallah...
temanku bilang di alquran dikatakan bahwa hamil itu keadaan payah yang bertambah-tambah, dan ternyata benar ya mba...
himma wrote on Mar 25, '07
jihadnya wanita ya mba ....subhanalloh....semoga dikuatkan dan diberi kesabaran yg berlipat-lipat.....
dialogkecil wrote on Mar 25, '07
Ibu saya juga gitu Mbak, selama hamil 9 bulan bukal-balik masuk rumah sakit :-( Hamil tiga kali begitu. Alhamdulillah nggak menurun ke anak-anak perempuannya. Coba dulu ibu saya tahu hypermeresis ini ya, jadi gak perlu merasa bersalah. Biasa, lingkungan suka men-judge :-( Ada yang bilang sugesti lah, manja lah... :-(
my2cubs wrote on Mar 25, '07
semoga Allah memudahkan urusan mbak ambar, diberi kekuatan lahir dan bathin menghadapi 'jihad' yg satu ini. meskipun nggak mengalami masa kehamilan yg susah, aku tetep takut hamil, mbak mamiek...
sylviegill wrote on Mar 25, '07
semoga serangan hyperemesis adiknya mbak mamiek cepat berlalu
ummuabid wrote on Mar 25, '07, edited on Mar 25, '07
Mbak Mamiek, teringring do'a buat adindanya Mbak Mamiek (Mbak Ambar). Semoga Allah SWT memudahkan segala sesuatunya. Kalau pengalaman dari Rina, bagi yang hiperemesi gravidarum, setiap makan-minum selalu muntah, jangankan itu, ketelan air ludah juga muntah. Tetapi kondisi itu harus dipaksa. Maksudnya, habis muntah, biarkan tenang selama 5 menitan, makan dan minum lagi, coba tahan untuk tidak muntah semampunya, bila muntah lagi, istirahat lagi 5 menitan, makan-minum lagi, coba tahan lagi, begitu aja seterusnya. Memang masakan yang paling enak kalau lagi kayak begini cuma rebus-rebusan dengan sedikit garam. Nggap perlu dikasih bumbu apapun, termasuk bawang merah atapun bawang putih. Salam hormat buat ibunda dan ayahanda Mbak Mamiek.
dwitrazaky wrote on Mar 25, '07
Sama mbak Mamiek..daku juga..jadi kapok klow mau hamil lagi...2 saja deh cukup..nggak sanggup hamilnya neh..
marthatanti wrote on Mar 25, '07
Semoga adik Mba Mamiek diberi kekuatan lahir bathin dan diberi kemudahan oleh Allah SWT
rtvanda wrote on Mar 25, '07
Semoga adiknya segera melewati masa2 HG ini ya, mbak Mamiek. To thing that some people bilang kalau soal ngidam2an hanyalah sugesti pikiran org hamil saja...:-( ...ihik...feel guilty gak sih kita pas hamil kalo dibilang gitu, kayak anak manja aja, padahal, it is real!...:-(...sorry....jadi curhat...:-(
umizafira1 wrote on Mar 25, '07
mudah2an adiknya mba Mamiek segera cepat melewati masa HGnya yah mba. Alhamdulliah saya tdk pernah melewati masa spt itu. Tp Waktu ke hamilan yg ke-3 , maksudnya waktu hamil zafira juga susah, saya mual2 dari awal sampai 9-bulanan, tp gak muntah2 yg hebat sih, hanya mual terus s/d 9 bulanan. Ngomong2 waktu mba hamil begitu Zahra dan Jasmine bagaimana mba ? mungkin makin sayang kali yah sama mba, melihat penderitaan yg hebat begitu.
dianabagus wrote on Mar 25, '07
Beratnya Mbak....
Mudah2an adik Mbak Mamiek diberi kekuatan, dan semoga cepat membaik kembali...
shrie wrote on Mar 25, '07
Oalaaaa mbak.. belom keluar dari lorong gelap toh. Duh semoga hadiah lomba kemarinbisa menghibur ya :D Amieeenn
ardhanamesvari wrote on Mar 25, '07
"Oh, enggak lama kok. Cuman sebulan. Setelah itu alhamdulillah mulai membaik." Bohong! Kata saya dalam hati.
=============================
moga2 kebohongan itu menjadi kenyataan
aku dulu merasakan selama 3 bulan saja rasanya sudah lemes, apalagi klo selama masa kehamilan..
Oooh Ibu..jasamu tiada tara :)
tentangkami wrote on Mar 25, '07
Alhamdulillah selama 2 x kehamilan diberi kemudahan oleh Allah, tak ada mual atao bahkan muntah sekalipun dan semoga adik mba Mamik diberi kemudahan juga oleh Allah dan tidak lama2 dalam keadaan seperti saat ini
sapucin wrote on Mar 25, '07
idem nih mbak, 2x kehamilan ya hyperemesis gitu, kehamilan 1 malah sampe usia kandungan 8 bln, bolak2 masuk RS belon lagi tudingan orang2 seekitar yg mengatakan saya sok manja.. hiks... padahal klo saja mereka pernah merasakan yg kita rasakan.. duuhhh... rasanya trauma klo mo' hamil lagi.. >.<
ardiansyahfamily wrote on Mar 27, '07
Semoga adik mbak Mamiek diberi kemudahan, kekuatan dan cepat berakhir Hyperemesis-nya, sayapun klo hamil spt itu mbak, walau alhamdulillah ga terlalu parah, terutama bila sehabis makan Prenatal vit- jd bisa ngebayangin deh bagaimana menderitanya adiknya mbak Mamiek :(
triplehasan wrote on Mar 27, '07
Semoga adik Mbak Mamiek diberi kekuatan.
mamaabram wrote on Mar 29, '07
Mbak, saya kasih link ini utk temanku yang lagi bikin penelitian masalah ini. mudah2an ada manfaat.
mamieksyamil wrote on Apr 2, '07
Terima kasih atas doa semua teman-teman. Tentang doa itu saya ceritakan ke adik saya. Nampaknya dia semakin sehat saja, insya Allah. Sudah bisa bicara sedikit, alhamdulillah...
Terima kasih teman-teman...

jilbabmuslimah wrote on Apr 8, '07
semoga diberi kekuatan, amin..
thehadidharma wrote on Apr 18, '07
semoga diberi kekuatan ya. Saya ikut mendoakan mbak. Nggak bisa dibayangi kalau punya suami yang tidak mengerti dan tidak mau mengerti tentang kondisi-kondisi bumil yang tidak lazim seperti itu. kasian banget.
rboks wrote on Aug 14, '09
Saya bisa membayangkan seperti apa rasanya... Karena dalam 3 kali kehamilan, saya mengalami hal yg sama. Hyperemesis Gravidarum. Bbrp hari yg lalu saya baru saja keluar dari RS krn harus opname. Semoga masa-masa ini segera lewat...
Add a Comment